BACAAN HARI INI
Amos 9:11-15
RHEMA HARI INI
Amos 9:11 "Pada hari itu Aku akan mendirikan kembali pondok Daud yang telah roboh; Aku akan menutup pecahan dindingnya, dan akan mendirikan kembali reruntuhannya; Aku akan membangunnya kembali seperti di zaman dahulu kala,
Musim kemarau panjang membuat Asep dan orang-orang di desanya mulai kekurangan pasokan air bersih. Sementara itu, mobil tangki yang mengangkut air bersih hanya datang seminggu sekali. Suatu hari, Asep bertemu dengan seseorang yang menasihatinya untuk menyediakan beberapa wadah yang lebih besar, agar dapat menampung lebih banyak air. Selama ini, mungkin kita pun hidup seperti Asep dan orang-orang di desanya. Hidup kita seolah-olah kering dan hanya mendapatkan air serba sedikit. Meski demikian, kita perlu menyadari bahwa kita telah tiba dalam masa hujan lawatan terdahsyat sepanjang sejarah. Dari awal dunia diciptakan, kitalah yang mempunyai kesempatan menyaksikan secara langsung lawatan tersebut. Bahkan kita dapat ikut ambil bagian menjadi partner Tuhan sebagai pembawa lawatan terdahsyat di akhir zaman.
Lalu apa yang menjadi bagian kita secara spesifik? Bagian kita adalah membangun Pondok Daud impian Tuhan! Itulah rhema dan kerinduan Tuhan atas gereja-gereja Tuhan di akhir zaman. Tuhan mau kita membangun Pondok Daud sebanyak dan semaksimal mungkin. Sebagai mezbah untuk menaikkan korban syukur serta kata-kata profetik, untuk membawa kita masuk hadirat dan rencana-Nya, menggenapi panggilan Tuhan di akhir zaman. Sebanyak Pondok Daud yang bisa kita bangun untuk Tuhan, sebesar itu juga lawatan Allah yang dahsyat bisa dinyatakan di tengah-tengah kita.
Pilihan ada di tangan kita. Seperti Asep yang mengambil keputusan untuk menyediakan beberapa wadah yang lebih besar, seharusnya demikian jugalah kita. Sejauh iman, kerinduan, dan kesediaan kita untuk bayar harga, maka sebesar itu juga mujizat dan lawatan akan Tuhan kerjakan. Oleh sebab itu, mari kita kerahkan waktu, tenaga, dan talenta kita untuk membangun Pondok Daud kesukaan Tuhan lebih lagi. Pastikan baik kita maupun orang-orang yang kita kasihi ada dalam kereta kegerakan dan lawatan Tuhan yang langka ini. Sehingga kita tidak menjadi orang yang ketinggalan, terlewatkan, bahkan terlindas kereta kegerakan Tuhan yang dahsyat.
Renungan Harian
Minggu, 04 November 2018
Kamis, 18 Oktober 2018
Kuasa Dalam Perkataan Profetik
BACAAN HARI INI
2 Tawarikh 15:1-19
RHEMA HARI INI
2 Tawarikh 15:8 Ketika Asa mendengar perkataan nubuat yang diucapkan oleh nabi Azarya bin Oded itu, ia menguatkan hatinya dan menyingkirkan dewa-dewa kejijikan dari seluruh tanah Yehuda dan Benyamin dan dari kota-kota yang direbutnya di pegunungan Efraim. Ia membaharui mezbah TUHAN yang ada di depan balai Bait Suci TUHAN.
“Kak, sepertinya aku salah tangkap visi dari Tuhan, deh,” cerita Maria pada KKS-nya, “Aku sudah usaha mati-matian, sudah banyak berdoa dan berharap juga. Tapi kok, nggak peduli berapa banyak yang sudah aku lakukan buat Tuhan, ternyata masih lebih banyak lagi hal-hal yang nggak bisa dan gagal aku capai. Rasanya kayak pecundang. Aku nggak sanggup lagi!” Mendengar itu, sang KKS langsung memukul pundak Maria dan berkata, “Hei, kamu itu lebih dari pemenang! Kamu rajawalinya Tuhan! Kuatkan hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu!"
Kata-kata yang sama pernah dinubuatkan nabi Azarya kepada raja Asa (ay.7). Padahal kalau kita lihat di pasal sebelumnya, Asa baru saja memenangkan peperangan atas pertolongan Tuhan dengan gilang-gemilang. Dari awal pun diceritakan bahwa telah dijauhkannya pula bukit-bukit pengorbanan dan mezbah penyembahan berhala dari daerah kekuasaannya. Namun, rupanya pembaruan yang dilakukannya terlampau berat. Masih ada hal-hal yang seolah tak kuasa untuk dilakukannya. Kemungkinan karena besarnya pengaruh Maakha, neneknya, yang masih menyembah berhala. Karena itulah, Allah mengutus nabi-Nya untuk membangkitkan iman Asa. Sehingga ia memperoleh keberanian untuk menyelesaikan apa yang telah dimulainya bagi Tuhan.
Dalam perjuangan hidup kita, kerap kali kita menjumpai tantangan dan rintangan yang menjulang tinggi di hadapan kita. Gunung-gunung yang seolah tak mungkin kita sanggup taklukkan. Tak jarang, kita pun menjadi patah arang. Pada saat itulah, kita membutuhkan perkataan profetik yang dapat menyiramkan minyak pada api semangat kita yang hampir padam. Ya, lebih dari sekedar kata-kata motivasi, perkataan nubuatan yang dari Allah memiliki kuasa yang sangat besar. Yang bila kita ucapkan, sanggup menghanguskan segala keraguan. Menggerakkan kita dan orang-orang yang mendengarkannya untuk kembali melangkah dengan penuh keberanian. Sehingga kita pun bisa masuk dalam kegerakan Tuhan yang dahsyat dan melakukan perkara-perkara besar bersama-Nya. (MV.L)
2 Tawarikh 15:1-19
RHEMA HARI INI
2 Tawarikh 15:8 Ketika Asa mendengar perkataan nubuat yang diucapkan oleh nabi Azarya bin Oded itu, ia menguatkan hatinya dan menyingkirkan dewa-dewa kejijikan dari seluruh tanah Yehuda dan Benyamin dan dari kota-kota yang direbutnya di pegunungan Efraim. Ia membaharui mezbah TUHAN yang ada di depan balai Bait Suci TUHAN.
“Kak, sepertinya aku salah tangkap visi dari Tuhan, deh,” cerita Maria pada KKS-nya, “Aku sudah usaha mati-matian, sudah banyak berdoa dan berharap juga. Tapi kok, nggak peduli berapa banyak yang sudah aku lakukan buat Tuhan, ternyata masih lebih banyak lagi hal-hal yang nggak bisa dan gagal aku capai. Rasanya kayak pecundang. Aku nggak sanggup lagi!” Mendengar itu, sang KKS langsung memukul pundak Maria dan berkata, “Hei, kamu itu lebih dari pemenang! Kamu rajawalinya Tuhan! Kuatkan hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu!"
Kata-kata yang sama pernah dinubuatkan nabi Azarya kepada raja Asa (ay.7). Padahal kalau kita lihat di pasal sebelumnya, Asa baru saja memenangkan peperangan atas pertolongan Tuhan dengan gilang-gemilang. Dari awal pun diceritakan bahwa telah dijauhkannya pula bukit-bukit pengorbanan dan mezbah penyembahan berhala dari daerah kekuasaannya. Namun, rupanya pembaruan yang dilakukannya terlampau berat. Masih ada hal-hal yang seolah tak kuasa untuk dilakukannya. Kemungkinan karena besarnya pengaruh Maakha, neneknya, yang masih menyembah berhala. Karena itulah, Allah mengutus nabi-Nya untuk membangkitkan iman Asa. Sehingga ia memperoleh keberanian untuk menyelesaikan apa yang telah dimulainya bagi Tuhan.
Dalam perjuangan hidup kita, kerap kali kita menjumpai tantangan dan rintangan yang menjulang tinggi di hadapan kita. Gunung-gunung yang seolah tak mungkin kita sanggup taklukkan. Tak jarang, kita pun menjadi patah arang. Pada saat itulah, kita membutuhkan perkataan profetik yang dapat menyiramkan minyak pada api semangat kita yang hampir padam. Ya, lebih dari sekedar kata-kata motivasi, perkataan nubuatan yang dari Allah memiliki kuasa yang sangat besar. Yang bila kita ucapkan, sanggup menghanguskan segala keraguan. Menggerakkan kita dan orang-orang yang mendengarkannya untuk kembali melangkah dengan penuh keberanian. Sehingga kita pun bisa masuk dalam kegerakan Tuhan yang dahsyat dan melakukan perkara-perkara besar bersama-Nya. (MV.L)
Senin, 15 Oktober 2018
Tidak Bergantung Pada Keadaan
Sebab kepada-Mu, ya TUHAN, aku berharap; Engkaulah yang akan menjawab, ya Tuhan, Allahku.
Mazmur 38:16
Joe Girard lahir pada 1 November 1928, di Detrioit, Michigan. Ia dibesarkan di daerah kumuh. Ketika menginjak usia sekolah, ia belajar dengan fasilitas seadanya, bahkan kemungkinan besar saat belajar dengan pencahayaan minim, buku-buku yang tak lengkap juga alat tulis yang seadanya.
Setelah dewasa, Joe melamar pekerjaan ke-40 perusahaan. Dimana akhirnya, ia menjadi seorang penjual mobil yang paling sukses dalam sejarah. Namanya dicatat dalam The Guiness Book of World Records sebagai The World Greatest Salesman.
Tidak ada yang mustahil bagi orang percaya, dan tidak ada yang sukar bagi orang yang bersandar hanya kepada-Nya. Meskipun hari ini kita lahir dari keluarga yang kurang mampu, kita belajar dengan fasilitas seadanya, percayalah bahwa yang membuat kita berhasil atau tidak, bahagia atau tidak, bukan karena fasilitas, namun karena sikap yang mau berjuang dan hati yang mau terus berharap pada Tuhan.
Sebab itu, jangan lagi mengeluh karena kita tidak diberi atau tidak dilengkapi dengan perlengkapan belajar yang mewah. Pakailah apa yang masih bisa, dan tetap bersyukur. Yakin, masa depan sungguh ada dan harapan kita bersama Kristus tak akan pernah hilang.
Masa depan ada karena Tuhan dan kemauan yang kuat.
TUHAN YESUS MEMBERKATI!!!
Mazmur 38:16
Joe Girard lahir pada 1 November 1928, di Detrioit, Michigan. Ia dibesarkan di daerah kumuh. Ketika menginjak usia sekolah, ia belajar dengan fasilitas seadanya, bahkan kemungkinan besar saat belajar dengan pencahayaan minim, buku-buku yang tak lengkap juga alat tulis yang seadanya.
Setelah dewasa, Joe melamar pekerjaan ke-40 perusahaan. Dimana akhirnya, ia menjadi seorang penjual mobil yang paling sukses dalam sejarah. Namanya dicatat dalam The Guiness Book of World Records sebagai The World Greatest Salesman.
Tidak ada yang mustahil bagi orang percaya, dan tidak ada yang sukar bagi orang yang bersandar hanya kepada-Nya. Meskipun hari ini kita lahir dari keluarga yang kurang mampu, kita belajar dengan fasilitas seadanya, percayalah bahwa yang membuat kita berhasil atau tidak, bahagia atau tidak, bukan karena fasilitas, namun karena sikap yang mau berjuang dan hati yang mau terus berharap pada Tuhan.
Sebab itu, jangan lagi mengeluh karena kita tidak diberi atau tidak dilengkapi dengan perlengkapan belajar yang mewah. Pakailah apa yang masih bisa, dan tetap bersyukur. Yakin, masa depan sungguh ada dan harapan kita bersama Kristus tak akan pernah hilang.
Masa depan ada karena Tuhan dan kemauan yang kuat.
TUHAN YESUS MEMBERKATI!!!
Minggu, 14 Oktober 2018
Tidak Akan Dipermalukan
Roma 10:11
"Karena Kitab Suci berkata: "Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan."" .
Di dalam bahasa aslinya kata dipermalukan mengandung arti dikecewakan, disakiti, dihina dan dianggap rendah. Melalui Firman Tuhan hari ini, ada janji Tuhan yang besar bagi hidup kita bahwa orang yang percaya kepada Yesus tidak akan dipermalukan dan dikecewakan.
Tuhan Yesus tidak akan pernah mengecewakan kita, tidak akan pernah menyakiti kita, tidak akan pernah menghina dan merendahkan kita. Kita sendirilah yang seringkali mengecewakan, menyakiti, menghina dan merendahkan Tuhan Yesus.
Ingatlah bahwa percaya kepada Yesus tidak akan dipermalukan. Memang didalam perjalanan hidup, kita melihat seakan-akan Tuhan mengijinkan banyak hal menyakiti kita dengan masalah yang ada, seakan-akan Dia membiarkan keadaan mempermalukan kita dengan kondisi keuangan yang semakin seret, kita melihat seakan Dia tidak peduli dan tidak memperhatikan akan karir pekerjaan kita.
Itu sebabnya Dia mengingatkan dan menguatkan kita kembali bahwa sesungguhnya kita adalah orang-orang yang paling berbahagia apabila tidak menjadi kecewa karena Dia (Lukas 7:23). Artinya, kita harus tetap setia pada Yesus apapun masalah yang kita hadapi karena Dia adalah setia dan tidak pernah Dia tinggalkan kita sendirian.
Percayalah padaNya dan percayalah bahwa Dia tidak pernah mengecewakan kita. Yang tetap setia tidak akan dipermalukan bahkan akan akan mengalami dipermuliakan oleh Tuhan. Amien.
TUHAN YESUS MEMBERKATI!!!
"Karena Kitab Suci berkata: "Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan."" .
Di dalam bahasa aslinya kata dipermalukan mengandung arti dikecewakan, disakiti, dihina dan dianggap rendah. Melalui Firman Tuhan hari ini, ada janji Tuhan yang besar bagi hidup kita bahwa orang yang percaya kepada Yesus tidak akan dipermalukan dan dikecewakan.
Tuhan Yesus tidak akan pernah mengecewakan kita, tidak akan pernah menyakiti kita, tidak akan pernah menghina dan merendahkan kita. Kita sendirilah yang seringkali mengecewakan, menyakiti, menghina dan merendahkan Tuhan Yesus.
Ingatlah bahwa percaya kepada Yesus tidak akan dipermalukan. Memang didalam perjalanan hidup, kita melihat seakan-akan Tuhan mengijinkan banyak hal menyakiti kita dengan masalah yang ada, seakan-akan Dia membiarkan keadaan mempermalukan kita dengan kondisi keuangan yang semakin seret, kita melihat seakan Dia tidak peduli dan tidak memperhatikan akan karir pekerjaan kita.
Itu sebabnya Dia mengingatkan dan menguatkan kita kembali bahwa sesungguhnya kita adalah orang-orang yang paling berbahagia apabila tidak menjadi kecewa karena Dia (Lukas 7:23). Artinya, kita harus tetap setia pada Yesus apapun masalah yang kita hadapi karena Dia adalah setia dan tidak pernah Dia tinggalkan kita sendirian.
Percayalah padaNya dan percayalah bahwa Dia tidak pernah mengecewakan kita. Yang tetap setia tidak akan dipermalukan bahkan akan akan mengalami dipermuliakan oleh Tuhan. Amien.
TUHAN YESUS MEMBERKATI!!!
Sabtu, 13 Oktober 2018
Pikiran Yang Mendatangkan Kebaikan
Filipi 4:8
Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.
Bila kita ingin memiliki hidup yang berkemenangan, berhasil dan diberkati Tuhan, kita harus selalu berpikiran positif. Pikiran kita dapat menentukan perkataan dan perbuatan kita. Bila pikiran kita senantiasa baik, maka kata-kata yang keluar dari mulut kita dan juga perbuatan kita pun akan baik.
Segala yang baik dan benar itu datangnya dari Tuhan dan bila kita ingin mendapatkan hal-hal yang baik dari Dia, pikiran kita pun harus sesuai dengan firmanNya!
TUHAN YESUS MEMBERKATI!!!
Kamis, 11 Oktober 2018
Perjalanan Iman
"Tiap-tiap orang yang turut
mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala
hal."
1 Korintus 9:25a
Perjalanan kekristenan tak ubahnya
pertandingan olahraga lari jarak jauh yang melewati rute berliku-liku.
Ada kalanya kita menempuh jalan yang menanjak penuh kerikil dan bebatuan, atau
juga menyusuri lembah yang curam dan terjal. Tuhan memanggil kita untuk
turut serta dalam pertandingan tersebut bukan hanya sebagai penonton.
Ada perbedaan mencolok antara peserta
dan penonton. Penonton paling mahir berkomentar, melontarkan kritikan dan
hujatan terhadap peserta lomba karena ia hanya menonton, bukan turut bertanding.
Kondisi berbeda harus dialami oleh peserta lomba, di mana ia harus berjuang
begitu rupa di gelanggang pertandingan, bermandi peluh dan tak jarang harus
mengalami cidera di tengah pertandingan. Ingatlah bahwa penonton sampai
kapan pun tidak pernah berhak mendapatkan medali atau piala; yang berhak
menerima adalah peserta pertandingan! Tetapi banyak orang lebih memilih
menjadi penonton dan menolak panggilan Tuhan untuk turut serta dalam
pertandingan iman, dengan 1001 alasan. Ada pula yang mengiyakan namun
selalu menunda-nunda waktu dengan berbagai dalih. Alkitab
mencatat: "...banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang
dipilih." (Matius 22:14). Memang, untuk turut ambil bagian
dalam pertandingan iman bukanlah perkara mudah, ada harga yang harus
dibayar. Siap atau tidak siap kita akan dihadapkan pada banyak tantangan
dan hambatan.
Ada hal-hal yang harus diperhatikan
saat kita menjadi peserta pertandingan iman: kita harus menanggalkan
beban dan dosa. "Karena...marilah kita menanggalkan semua beban dan
dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan
yang diwajibkan bagi kita." (Ibrani 12:1). Coba bayangkan jika
ada peserta pertandingan yang tetap memikul beban di punggung saat
berlari! Sampai berapa lama ia akan mampu bertahan? Cepat atau
lambat ia pasti akan mengalami kelelahan yang sangat dan kemudian menyerah di
tengah jalan. Beban berbicara tentang masalah dan pergumulan hidup ini.
Tanggalkan beban kita dan serahkan
semua kepada Tuhan, karena di dalam Dia selalu ada jalan keluar yang terbaik!
TUHAN YESUS MEMBERKATI!!!
Senin, 08 Oktober 2018
Sesuatu Yang Baru
BACAAN HARI INI
Yesaya 43:8-21
RENUNGAN
Yesaya 43:19 Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara.
Kepompong, sebuah tempat gelap dan sempit yang harus dijalani oleh seekor ulat sebelum ia berubah menjadi seekor kupu-kupu. Perubahan dari kepompong menjadi kupu-kupu bisa berlangsung selama seminggu atau sebulan atau lebih lama. Bahkan beberapa spesies harus menjalani masa kepompongnya selama 2 tahun. Dalam 2 tahun itu, si ulat harus bertahan dalam kegelapan sampai waktunya tiba dimana sel-sel yang dimiliki oleh larva perlahan akan berubah menjadi bagian-bagian dari tubuh kupu-kupu, mahluk baru yang sama sekali berbeda dari bentuk ulat yang sebelumnya
Seperti itulah yang akan Tuhan kerjakan bagi kita saat lawatan-Nya datang atas hidup kita. Kita yang dulunya seperti masuk ke dalam sebuah kepompong yang gelap, mungkin itu kepompong persoalan keluarga, kepompong persoalan keuangan, kepompong persoalan kesehatan, dan masih banyak lagi kepompong-kepompong yang begitu membatasi hidup kita. Tetapi saat waktunya tiba, lawatan Tuhan akan membebaskan kita dari kepompong-kepompong tersebut serta memberikan kehidupan yang baru bagi kita.
Biarlah saat ini hati kita dipenuhi dengan kerinduan yang mendalam akan lawatan Allah yang dahsyat atas kita. Lawatan dahsyat yang akan mendobrak setiap keterbatasan kita, lawatan dahsyat yang akan memberikan kehidupan yang baru kepada kita, lawatan dahsyat yang membuat hidup kita dipenuhi dengan kemuliaan Tuhan yang luar biasa.
RENUNGAN :
Imani bahwa Tuhan sedang mengerjakan SESUATU YANG BARU di tengah-tengah kita!
REFLEKSI :
Yesaya 43:8-21
RENUNGAN
Yesaya 43:19 Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara.
Kepompong, sebuah tempat gelap dan sempit yang harus dijalani oleh seekor ulat sebelum ia berubah menjadi seekor kupu-kupu. Perubahan dari kepompong menjadi kupu-kupu bisa berlangsung selama seminggu atau sebulan atau lebih lama. Bahkan beberapa spesies harus menjalani masa kepompongnya selama 2 tahun. Dalam 2 tahun itu, si ulat harus bertahan dalam kegelapan sampai waktunya tiba dimana sel-sel yang dimiliki oleh larva perlahan akan berubah menjadi bagian-bagian dari tubuh kupu-kupu, mahluk baru yang sama sekali berbeda dari bentuk ulat yang sebelumnya
Seperti itulah yang akan Tuhan kerjakan bagi kita saat lawatan-Nya datang atas hidup kita. Kita yang dulunya seperti masuk ke dalam sebuah kepompong yang gelap, mungkin itu kepompong persoalan keluarga, kepompong persoalan keuangan, kepompong persoalan kesehatan, dan masih banyak lagi kepompong-kepompong yang begitu membatasi hidup kita. Tetapi saat waktunya tiba, lawatan Tuhan akan membebaskan kita dari kepompong-kepompong tersebut serta memberikan kehidupan yang baru bagi kita.
Biarlah saat ini hati kita dipenuhi dengan kerinduan yang mendalam akan lawatan Allah yang dahsyat atas kita. Lawatan dahsyat yang akan mendobrak setiap keterbatasan kita, lawatan dahsyat yang akan memberikan kehidupan yang baru kepada kita, lawatan dahsyat yang membuat hidup kita dipenuhi dengan kemuliaan Tuhan yang luar biasa.
RENUNGAN :
Imani bahwa Tuhan sedang mengerjakan SESUATU YANG BARU di tengah-tengah kita!
REFLEKSI :
- Kepompong apa yang saat ini sedang Anda hadapi?
- Bagaimana lawatan Allah yang dahsyat bisa menolong Anda keluar dari kepompong Anda saat ini?
- Komitmen apa yang akan Anda buat supaya Anda bisa mengalami lawatan Allah yang dahsyat.
Langganan:
Postingan (Atom)